![]() |
| Ahmad Fauzi |
Hal
ini disampaikan Ahmad Fauzi Syahputra , Sekretaris DPP IMM bidang Hukum dan HA kepada Redaksi iPublika di Jakarta, 21/03/2014.
"Prestasi
di Solo kami catat cuma memindahkan pasar dari tak beraturan menjadi teratur,
saya kira itu bukan lagi tugasnya walikota, biar itu urusan dinas tata ruang
dan dinas pasar saja," kata Fauzi
Menurut
fauzi, Jakarta pun bernasib sama, Jokowi (sapaan akrab Joko Widodo), hanya
populer di media karena punya hobi unik dan sebenarnya tidak merakyat sama
sekali, seperti ikut konser Metalika, bersepeda dengan pembalap Lorenzo.
"Kegiatan
- kegiatan Jokowi ini mencitrakan tidak merakyat, lah.. emang ada rakyat di
pasar tanah abang sana nonton konser Metalica atau bersepeda di tengah kondisi
banjir Jakarta di Car Free Day?" Ujar Fauzi
Sebagai
kelompok terpelajar, Fauzi kecewa ketika PDIP ternyata memilih capresnya lewat
popularitas bukan lewat kualitas. Padahal menurutnya masih banyak kader PDIP
yang berkualitas dan menunjukkan prestasi.
"Kami
kecewa, masih banyak kader berkualitas di PDIP seperti Risma walikota Surabaya
yang jelas-jelas sudah punya prestasi besar, membubarkan lokalisasi terbesar di
Asia Tenggara yang ada di Kota Surabaya. Ada juga anggota DPR RI seperti
Budiman Sujatmiko, yang benar - benar telah memperjuangkan nasib Masyarakat
Desa dan perangkatnya lewat UU Desa. Namun, PDIP hanya memperhatikan
popularitas saja”. imbuh Fauzi
Fauzi
mengingatkan PDIP jangan sampai melakukan hal yang sama di era SBY. Dulu PDIP
selalu "nyindir" SBY sebagai Presiden Pencitraan, ternyata tidak beda
jauh saat ini PDIP juga melakukan hal yang sama.
Sumber
Foto : ipublika
