![]() |
| Dedi H. Rahim |
Di Indonesia, Korupsi bukan lagi ‘barang’ langka. Pasca Pemilu 2009, Indonesia harus pasrah ditempa berbagai Kasus Korupsi.
Jika dizaman
orde baru Korupsi kebanyakan dilakukan oleh kaum ‘tua’, maka dizaman reformasi,
Korupsi dilakukan oleh para kaum ‘muda’.
Ironis memang.
Kaum muda yang dikenal dengan idealismenya, dipaksa menerima ‘stigma’ negatif
(yang muda yang korupsi).
Korupsi di
zaman Reformasi merambah pada ‘kaum’
muda. Sebutlah Tokoh-tokoh Muda Potensial, seperti Nazarudin, Angelina Sondakh,
Gayus Tambunan, dan Anas Urbaningrum yang baru-baru ini tersandung kasus
korupsi, menghiasi media massa Nasional.
“Koruptor-koruptor
yang dulunya kaum ‘tua’, sekarang meregenerasi ke kaum muda”. Kata Dedi H.
Rahim, Direktur Pendidikan Dan Pelayanan Masyarakat KPK, dalam pidatonya di
acara Pembukaan Outing Pertamina bersama
OKP di Balai Kartini Jakarta, 12/03/2014.
“Ada 80.000
laporan pengaduan. Sehingga harus diupayakan proses hukumnya. Sementara penyidik
KPK hanya 62 orang. Kita Ingin kaum muda ikut berpartisipasi untuk
memberantas korupsi” lanjut Dedi.
Dedi mengingatkan,
bahwa Indonesia akan beradab, jika kaum muda jujur. Gerakan kaum muda melawan korupsi telah tercatat dalam tinta emas sejarah perjalanan bangsa. Tahun 1966 -1965 Di Masa Orde Lama, dan 1998-1999 di Masa Orde Baru. Jangan Rusak Sejarah Itu.
Sumber Foto :
iPublika
