"Isu kenaikan BBM kini telah menjadi santapan isu hangat di setiap perbincangan mahasiswa," tandasnya.Kenapa? Karena kenaikan BBM ini otomatis punya efek domino bagi mahasiswa, khususnya terkait keberlangsungan mereka dalam melanjutkan perkuliahan. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta itu bilang, dengan kenaikan harga BBM, dapat dipastikan harga makanan di rumah-rumah makan pasti akan mengalami kenaikan, begitu juga biaya kos, dan paling dikawatirkan adalah kenaikan biaya ongkos angkutan umum.
"Ini tentunya tidak akan mudah diselesaikan permasalahannya hanya dengan mengandalkan program kartu sakti Jokowi yang masih menyimpan polemik dimana-mana. Apalagi jika orang tua mahasiswa ada yang tidak terdaftar sebagai penerima program kartu sakti, pasti akan menambah beban keluarga dan mahasiswa tersebut," sambungnya.
Oleh karena karenanya, Syafii lewat lembaga yang dipimpinnya mengaku akan menolak keras rencana Jokowi untuk menaikkan harga BBM. Jika tetap dinaikkan, maka bisa dipastikan akan menimbulkan gelombang aksi protes massa besar, tidak hanya dari KMP dan Rakyat, namun juga dari mahasiswa.