![]() |
| Nampak Bus Trans Musi Hanya Terparkir di Terminal (Foto : KPPMR) |
Palembang – Pengelolaan Badan Usaha Milik
Daerah Kota Palembang oleh PT. Sarana Pembangunan Palembang Jaya SP2J sub Trans Musi, mendapat kritikan
masyarakat. BUMD yang bergerak pada sektor jasa atau transportasi ini dinilai
bermasalah.
Hal ini
disampaikan oleh KESATUAN PEMUDA PELAJAR
MAHASISWA REFORMASI (KPPMR). Melalui siaran pers kepada ipublika.
Menurut
Rully Fitriansyah, (Ketua) dan Putri Bintang Auliana (Sekretaris) KPPMR,
Persoalan Trans Musi ini terkesan ditutup-tutupi oleh Pemerintah Kota
Palembang. Persoalan yang terkesan lamban penanganannya hingga berimbas dengan
terlambatnya pembayaran gaji hingga beberapa bulan dan terombang-ambingnya
status karyawan.
Muncul pula
kesan saling tuding kesalahan antara pemerintahan sekarang dengan pemerintahan
sebelumnya. Persoalan-persoalan prinsip ini seharusnya sudah dikaji dan di
antisipasi dengan langkah-langkah akurat sebelum mengambil kebijakan membuka
unit usaha yang menggunakan dana masyarakat luas.
Hasil
investigasi KPPMR di lapangan, menemukan
puluhan Bus Trans Musi di Terminal Alang-Alang Lebar terlantar. Tidak jelas apa
bus-bus tersebut masih layak jalan atau dalam kondisi rusak. Belum lagi
persoalan terlantarnya fasilitas infra struktur seperti halte (rusak dan tidak
terawat) yang telah dibangun dengan dana fantastis yang di ambil dari APBD Kota
Palembang, memberikan gambaran langsung pada masyarakat akan arti sebuah
permainan menghambur-hamburkan uang rakyat untuk sebuah tujuan yang belum
matang dan dipaksakan.
![]() |
| Halte Trans Musi Tak Terawat (Foto : KPPMR) |
KPPMR
mendesak kepada Kepolisian, Kejaksaan untuk secepatnya mengusut persoalan ini.
Aparat Penegak hukum harus jeli, dengan menarik benang dari awal dibuatnya
kebijakan hingga disahkan serta siapa aktor-aktor intelektual lain. KPK juga
diminta turun tangan untuk mengurai benang kusut Trans Musi ini, karena Trans
Musi menggunakan uang masyarakat, seharusnya manfaatnya terasa untuk
masyarakat.

