Jakarta - Presiden
dan Wakil Presiden hasil pilpres 2014 telah dilantik. Salah satu langkah yang
harus dilakukan Presiden terpilih adalah mengangkat para menteri yang akan
membantunya bekerja melaksanakan amanat rakyat.
Namun belum seminggu dilantik, (sejak
20 oktober lalu) Presiden terpilih, Jokowi menuai banyak komentar karena
melakukan hal-hal yang tak lazim dan tidak diatur dalam perundang-undangan.
Misalnya meminta KPK dan PPATK untuk menelusuri rekam jejak bakal calon
menterinya. Selain itu masalah waktu dan tempat juga menjadi tema komentar.
Rencana waktu yang terus berubah, dan tempat yang tadinya diberitakan
dilaksanakan di tanjung priuk ternyata batal, sedangkan untuk menyiapkan tempat
itu, pasti sudah ada anggaran yang keluar.
Seolah-olaj jokowi ingin memakai
tangan orang lain untuk menolak usulan menteri. Dan seolah-olah pilihan tempat
adalah simbolisasi kebijakan yang akan diambil.
Menyikapi berita pemilihan tempat
pengumuman kabinet, Karman BM, SH Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Islam Indonesia
(GPII), melalui siaran pers nya, menawarkan
kepada Jokowi untuk menggunakan kantor GPII, Markas Gerakan Pemuda Islam
Indonesia (GPII), Jl menteng raya 58 Jakpus.
Apa kelebihan kantor kami?
1. Kantor
kami memiliki nilai historis, karena kantor kami adalah salah satu kantor yang
diberikan oleh mantan PM. Burhanudin Harahap.
2. Dari
sisi luas dan geografis, Kantor kami terletak di pusat kota, Dengan luas 5.600
M2. Posisi sekitar satu kilo meter dari istana negara, dan beberapa meter dari
monas. Bisa menampung 3 ribuan undangan wartawan.
3. Dari
segi fungsi, kantor kami dipakai untuk pusat kaderisasi pemuda islam indonesia,
dan pusat advokasi isu-isu kerakyatan.
4. Gratis….!!!
Segala biaya persiapan tidak akan makan biaya, kami akan kerahkan kader-kader
kami utk menyiapkan tempat secara sukarela.
Sumber Foto : www.edisinews.com
