Jakarta- Golkar merupakan partai pendukung pemerintah saat orde baru hingga masa presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun tradisi itu berubah pada tahun ini, tepatnya pada tahun emas ke 50.
Partai berlambang beringin itu mengambil sikap bersama Koalisi Merah Putih (KMP) sebagai partai oposisi atau mitra penyeimbang di luar pemerintahan. Siap mendukung kebijakan pemerintah tapi juga akan melakukan koreksi dan memberi solusi jika itu merugikan rakyat. Sikap oposisi ini disampaikan secara resmi oleh ketua umum Partai Golkar Abu Rizal Bakri pada saat resepsi HUT
Partai GOLKAR yang ke-50 th, pada Selasa malam (28/11)di JI Expo Hall D1 & D2, Kemayoran, Jakarta Pusat.
HUT Emas Partai Golkar yang biasanya dihadiri oleh presiden dari masa ke masa namun di era Presiden Joko Widodo hanya diwakilkan kepada Wapres Jusuf Kalla yang juga pernah menjabat sebagai ketua umum lima tahun yang lalu. Saat memberi sambutan atas nama pemerintah, JK memberikan apresiasi atas sikap partai golkar yang berada dijalur oposisi asal sama-sama memiliki tujuan membangun bangsa.
Dalam sambutan itu pula, Wapres mengaku masih bersahabat dengan ARB, ketua umum Partai Golkar. Tapi sedikit janggal, dari sekian banyak Ketua Umum Partai yg hadir JK hanya menyapa Surya Paloh Ketua Umum Nasional Demokrat, dimana yang bersangkutan juga pernah menjabat sebagai ketua dewan pembina Partai Golkar.
Sapaan itu disambut riuh teriakan audience. Memang terlihat agak aneh, JK yang biasanya hadir begitu antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Golkar, namun tidak untuk kali ini.
Dia langsung pulang duluan bersama Paloh meninggalkan arena acara. Tepatnya saat pementasan adegan pemberontakan dan penghianatan PKI. Tidak jelas kenapa.
Selain Wapres, acara ini juga dihadiri oleh Prabowo - Hatta, pasangan capres dan cawapres yang dijagokan Golkar pada saat pilpres yang lalu. Keduanya hadir bersama presiden PKS Anis Matta, pimpinan MPR zulkifli Hasan dan Hidayat Nurwahid beserta setya novanto kader golkar yg terpilih menjadi ketua DPR RI.
Semoga ini bukan menandakan tensi politik pascapilpres masih tegang. FMH
