Pekanbaru (19/09/2014). Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Riau Indonesia (PB
PERMARI), meminta Annas Maamun selaku gubernur Riau untuk mundur dari
jabatannya. Sudah banyak persoalan Riau yang membuat resah warga Riau akibat
ulah dari Gubenur Riau (Annas Maamun), mulai dari kasus Pelecehan Seksual yang
dilakukan oleh gubernur Riau terhadap WW, putri
dari tokoh pendidikan Riau dan mantan anggota DPD RI Soemardi Thaher, sampai ke persoalan Asap yang sampai hari ini
tidak kunjung usai.
“Kita meminta Annas Maamun,
selaku Gubenur Riau untuk mundur, karena dia tidak pantas untuk memimpin negeri Melayu yang tercinta ini, kita juga akan mendesak DPRD
Riau melakukan Rapat Parupurna untuk mengeluarkan rekomendasi ke Mendagri
memberhentikan Gubernur Riau”. Demikian disampaikan Oleh M. Rudi, Ketua Umum PB. PERMARI kepada redaksi Ipublika.
Sementara itu, Sekjend PB. PERMARI Azrijas Nasri, menambahkan bahwa PERMARI akan mendesak DPRD Riau untuk memberhentikan Annas Maamun sebagai Gubernur Riau. tidak sampai disitu, PB PERMARI berencana membawa masalah ini sampai di pusat.
"ini masalah etika dan tidak ada kompromi bagi siapapun termasuk pejabat publik. negara Indonesia adalah negara ber-etika. Jika pejabat publik melanggar etika, maka tidak pantas untuk dipertahankan.". tegas Rizal, Sekjend PB. PERMARI.
Diketahui,
Gubernur Riau (Ammas Maamun) diduga melakukan pelecehan seksual kepada WW, pada hari Jumat, 30 Mei 2014. Dirumah pribadinya,
Kota Pekanbaru, Riau. (rls)
Sumber Foto : www.harianterbit.com
.jpg)