Jutaan TKI memiliki harapan yang sama, yakni membahagiakan
keluarga mereka. Bahkan lebih mulia dari itu, TKI menjadi penyuplai devisa bagi Negeri ini yang
akhirnya juga di KORUPSI...!!!
TKI tak pernah bermimpi menjadi PEMBUNUH
Majikan. Mereka mengadu nasib ditengah bahaya mengintai. Satinah, TKI yang dituduh membunuh majikan perempuannya, ternyata ‘terpaksa’ membunuh, karena Satinah sering dianiaya dan diperlakukan asusila oleh majikan
dan keluarga. Dalam kondisi
seperti itu, lebih baik dan sangat terhormat menjaga
kesuciannya adalah MEMBUNUH lebih dulu daripada dianiaya, diperkosa,
selanjutnya dibunuh seperti kasus TKI-TKI terdahulu.
Atas kejadian ini, harusnya Pemerintah Indonesia melakukan pembelaan
sebagai Bangsa yang Bermartabat. Mengungkapkan Kejadian yang sebenarnya, atau
melakukan upaya diplomatik seperti halnya Australia yang melakukan pembelaan
kepada Corby si Bandar Narkotika.
Satinah jangan dilihat sebagai pelaku tapi
sebagai Anak Bangsa yang perlu dilindungi. Lambannya penangan kasus Satinah
adalah bukti Pemerintah tidak melindungi nasib TKI. Hari eksekusi Satinah semakin dekat. Satinah akan dipancung jika tidak mampu membayar Puluhan
Milyar sebagai Ganti Rugi. Harusnya Satinah tidak di Vonis Mati karena jelas
Satinah mempertahankan kesuciannya.
Sebagai anak bangsa, kita tak boleh tinggal
diam atas kebiadaban ini. Satinah adalah
salah satu korban dari sekian banyak korban-korban lain. Mari kita galang upaya
Penyelamatan Satinah Desak SBY secepatnya bertindak. Bukan hanya basa basi dengan mengatakan SATINAH di
Vonis karena melakukan Tindakan Kejahatan.
“Presiden kok seperti itu komentarnya”.
Untuk-mu
Satinah. Kamu telah mempertahankan MARTABAT
IBU PERTIWI walau Nyawa kau pertaruhkan. Seandainya Majikan mu tidak mati terlebih dahulu, maka mungkin Satinah hanya tinggal nama.
Oleh : Ajis Talaohu
Direktur Eksekutif INFIT (Institute For Indonesia Integrity)
Sumber Foto : rri.co.id
