JAKARTA- Maraknya peredaran narkoba di kalangan generasi muda di Indonesia mendapat perhatian khusus bagi
organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Sebagai bentuk perlawanan terhadap
maraknya peredaran narkoba, dan semakin banyaknya kaum muda, terutama mahasiswa
yang terjerumus pada kecanduan narkoba, Lembaga Kesehatan dan Lingkungan Hidup
Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (LKLH DPP IMM) melaksanakan
kegiatan Advokasi Pelatihan Kader Anti Narkoba yang bekerjasama dengan Badan
Narkotika Nasional (BNN).
Kegiatan
yang dilaksanakan pada tanggal 03-04 November 2014 yang bertempat di Aula Pusat
Dakwah Muhammadiyah Menteng Jakarta Pusat ini, dihadiri oleh 60 Peserta, dari
11 Provinsi.
Afridon
Rusadi Ketua LKLH DPP IMM mengatakan bahwa kegiatan dihadiri oleh perwakilan
Mahasiswa Kesehatan dari berbagai kampus Muhammadiyah yang berada di 11
Provinsi di Indonesia.
“Kegiatan
ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa kesehatan dari berbagai kampus
Muhammadiyah di 11 Provinsi di Indonesia. Diharapkan, keigatan ini bisa melahirkan kader-kader Muhammadiyah anti
Narkoba yang akan menjadi garda terdepan untuk pemberantasan narkoba di seluruh
pelosok Indonesia” Terang Apridon.
Hadir
juga dalam Pelatihan, Brigjend Pol. Dr. Victor Pudjiadi, Direktur Advokasi BNN
yang memberikan paparan tentang ‘Pencegahan, Pemberantasan, Lahgun dan Edar
Gelap Narkoba’. Para peserta, sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Dalam
kesempatan yang sama Susi Alfesi selaku pejabat yang mewakili BNN Pusat pada
sambutan penutupan kegiatan berharap kepada DPP IMM untuk mendorong kurikulum
anti narkoba agar bisa masuk kedalam
perguruan tinggi Muhammadiyah. BNN Pusat berjanji akan mengikut sertakan IMM
dalam pembahasan masalah narkoba di Indonesia.
Menurut Ketua Umum DPP
IMM, Beni Pramula, Kegiatan Advokasi pelatihan kader anti Narboka ini, idealnya
diruntukan sampai di tingkat daerah. Karena Narkoba sangat berbahaya bagi kaum
muda, khususnya Mahasiswa.
“Narkoba membunuh masa depan pemuda. Nalar
kritis kaum muda, dibunuh oleh kecanduan terhadap narkoba. Bagaimana pemuda
dapat menjadi agen perubahan, jika semangat pencerahan dikalahkan semangat
kegelapan karena pengaruh narkoba. Olehnya, kader IMM harus bebas dari narkoba
dan mensosialisasikan bahaya narkoba. Sehingga dapat menjadi panutan bagi
pemuda Indonesia. Kegiatan ini harus
diteruskan sampai di daerah,” tegas Beni. (PR)
Sumber Foto : www.daradaeng.com
