| Alan Pardew, pelatih Newcastle United. (bbc.co.uk) |
‘Pardew-back from the dead’ (Pardew kembali dari kematian).
Itu lah sepenggal kalimat tulis tangan yang dibentangkan para fans Pardew di
stadion James' Park, usai menaklukkan salah satu kandidat juara EPL, Liverpool
1-0 dini hari WIB kemarin. Sementara sebagian besar fans lainnya kompak
mengangkat sepotong kertas putih
bertuliskan sack-pardew.com, sebuah portal khusus yang didedikasikan buat sang
pelatih.
Sebelumnya, dua kandidat kuat lain secara beruntun juga
sukses dilibas dengan meyakinkan. Diantaranya; Manchester City 0-2 saat jumpa
di Piala Liga dan Tottenham Hotspur 1-2 ketika match-day ke sembilan Liga
Premier. Menariknya, dua klub yang disebut terakhir mampu dikalahkan ketika
Newcastle berstatus tamu.
Mengacangi juara bertahan di Etihad Stadium tentu tidak
mudah bagi klub sekaliber Newcastle. Namun jika sukses, itu moral besar untuk
melenggang penuh kepercayaan diri di laga berikutnya. Satu bukti yang telah
nyata, sang runner-up musim lalu juga tunduk, saat dijamu di kandangnya.
“Dia (Pardew) adalah salah satu yang terbaik. Dia inovatif
di ruang ganti dan telah memperoleh para pemain Newcastle yang bisa bermain
untuk dia dan bekerjasama satu sama lain,” puji Danny Mills, legenda Manchester
City dan bek Timnas Inggris kepada BBC.
Melihat kecenderungan positif ini, bukan tidak mungkin
Newcastle bisa jadi ‘kuda hitam’ di ranah strata utama kompetisi domestik
Inggris. Meskipun minim pemain bertabur bintang.
Klub yang kurang difavoritkan ini berubah trengginas, usai
menaklukkan Leicester City, jawara kompetisi kelas kedua (Championship) yang
pada musim ini dipromosikan di EPL. Kemenangan yang diawali pada tanggal 18
Oktober itu, adalah yang perdana diraih pada musim ini, setelah tujuh laga
sebelumnya didominasi kekalahan dan imbang. Namun, siapa sangka, catatan sukses
atas Leicester jadi batu loncatan menaklukkan klub papan atas hingga jawara
bertahan.
Tren positif dari catatan menang empat kali beruntun bahkan
lebih bagus dari torehan The Citizens, jawara musim lalu yang kini bertengger
di peringkat tiga. Klub besutan Manuel Pellegrini ini berada di trek negatif,
dengan tiga laga terakhir secara beruntun tanpa kemenangan.
“Tim ini bisa sebagus tim-tim hebat lain. Kemenangan itu
menunjukkan bahwa kami mampu tampil disiplin dan memiliki kecepatan. Inilah dua
hal yang membuat kami mendapat hasil bagus,” ujar Pardew, pelatih Newcastle.
Tulisan ini ditulis oleh seorang netizen yang bergentangan dengan nama akun: @adealkausar