“ Pemimpin untuk bangsa
ini harus jelas komitmennya pada Pancasila sebagai ideologi negara yang sudah
diakui dunia karena Pancasila adalah roh yang menghidupi negara. Tanpa roh itu
negera ini akan mati. Lebih dari itu Pancasila sebagai ideologi harusnya lebih
tinggi dari demokrasi kalau demokrasi dilihat juga sebagai sebuah ideologi, “
kata Freddy Ndolu, pendiri Indonesiasatu Foundation.
Sebagai
lembaga yang dibentuk dengan misi utama mencari, menemukan dan mempromosikan
pemimpin-pemimpin yang memiliki integritas, profesionalitas dan personalitas
yang terukur dalam bingkai ideologi Pancasila, Indonesiasatu Foundation telah
melalui sebuah perjalanan relatif panjang.
Freddy
Ndolu menjelaskan langkah ini telah dilakukan bermula dari talk show TV,
penulisan buku Most Wanted Leaders dan penerbitan majalah LIDER yang semuanya
bermuara pada usaha memfungsikan Pancasila melalui pemimpin. “Semua tokoh yang
diberikan Penghargaan Komitmen Pemimpin Pancasila adalah mereka yang sudah kami
riset rekam jejaknya, khusus untuk kali ini, kami lakukan melalui majalah
LIDER. Yang terpenting adalah bahwa penerima anugerah ini bersedia memikul
beban untuk terus berusaha menghadrikan ‘roh’ Pancasila itu dimanapun mereka
berada dan sesuai dengan rentang pengaruh yang dimiliki,” jelas Freddy.
Penganugerahan
Komitmen Pemimpin Pancasila secara berturut-turut dilakukan di Kupang (NTT),
Palangka Raya (Kalteng), Yogyakarta (Keraton Yogya) dan penganugerahan keempat
ini digelar di Jakarta pada Jumat malam ( 10/10) bertepatan pula dengan ulang
tahun ke-2 majalah LIDER. Acara ini turut dihadiri Sri Sultan Hamengkubwono X, Akbar Tandjung, Hajriyanto Thohari dan sederet tokok lainnya.
Kepada
redaksi Ipublika, Freddy Ndolu menguraikan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS dinilai
layak menerima Anugerah Komitmen Pemimpin Pancasila atas dasar pengabdian
beliau dalam menegakkan nilai-nilai Pancasila khususnya dalam memperjuangkan
sektor maritim menjadi pilar utama pembangunan Indonesia. Selain itu, Rokhmin
dipandang sebagai sosok yang mempunyai andil dalam mewacanakan transformasi
pemikiran dan langkah politik, sosial serta budaya menyongsong Indonesia
sebagai Poros Maritim Dunia. “Perjuangan Prof. Rokhmin dalam mewarnai
pembangunan kelautan bangsa ini boleh dibilang berkeringat, dimulai dari yang
hanya seorang anak nelayan kemudian menjadi sosok yang paripurna dalam aspek
akademis dan mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang beliau punya
saat menjabat sebagai menteri. Sehingga kedepan dengan pemikiran dan pengalaman
beliau bisa mengembalikan kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim sangat dibutuhkan”.
Jelas Freddy.
Inspirator dan The Star
Bersamaan
dengan Anuregah Komitmen Pemimpin Pancasila ke-4, majalah LIDER yang berada
dibawah payung Indonesiasatu Foundation turut memberikan Anugerah Inspirator
kepada Guru Besar Bungaran Saragih, mantan Menteri Kehutanan, DR. Anhar
Gonggong, sejarahwan, Salim Said, pengamat militer, Moetaryanto Poerwoaminoto,
kalangan usaha, dan Gerson Poyk, sastrawan. “Penghargaan diberikan atas apa
yang sudah mereka perbuat tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi bagi kebaikan
banyak orang yang dapat menginspirasi generasi penerus untuk dapat berbuat
sesuatu bagi bangsa dan negaranya,” jelas Albert Rebong, managing editor
majalah LIDER.
Disamping
itu lima tokoh muda, Fayakun Andriadi, Damien Dematra, Johan Gazali, Daniel
Tagudedo dan Hikmanto Juwono akan menerima Anugerah The STAR sebagai tokoh
mudah yang diharapkan akan membawa perubahan kedepan dalam kiprahnya
masing-masing.
.jpg)