Oleh: Dudung Durahman*
Kota
Tangerang Selatan merupakan daerah hasil
pemekaran Kabupaten Tangerang yang diyakini akan menjadi primadona baru di
Banten. Sebagian besar masyarakat Kota Tangerang Selatan percaya wilayah ini
jika dikelola dengan optimal dan profesional maka Kota tangerang Selatan akan
menjadi daerah yang sangat favorit bagi investor.
Sebagai
kota yang baru berdiri, Kota Tangerang Selatan harus mampu membangun identitas
diri. Identitas sebuah kota tidak serta merta dapat dilakukan hanya dengan satu
sampai lima tahun. Perlu adanya kajian strategis guna mendukung pemenuhan
kapasitas budaya dan potensi yang dimiliki. Paling tidak potensi budaya yang
telah ada dapat dirawat dan dilestarikan sebagai warisan budaya sebagai
identitas agar tidak hilang.
Meskipun
Kota Tangerang Selatan baru berdiri, tapi potensi yang dimiliki Kota Tangerang
Selatan sebagai pelopor bagi kemajuan budaya daerah tidak dapat disampingkan
karena semua aspek yang ada sudah nampak. Tinggal bagaimana pemerintah mau
membangkitkan budaya yang sudah ada menjadi bagian dari identitas Kota
Tangerang Selatan.
Bila
kita lihat Kota Tangerang Selatan hampir sudah
dimiliki semua, baik yang bersifat tradisional maupun kontemporer. Untuk yang
tradisional misalnya Lenong Betawi, Tari Gambang Kromong, Palang Pintu, dan
Onde-onde. Bahkan untuk Lenong Betawi, sudah dipentaskan hingga keliling Eropa
dan Amerika.
Begitu juga untuk potensi pariwisata. Yang paling
mengagumkan tentu saja potensi wisata kuliner. Sudah menjadi buah bibir, bahkan
hingga ke daerah lain, kalau Kota Tangerang Selatan kaya dengan restoran dan
rumah makan yang sangat beragam. Jenis menu yang ditawarkan pun bermacam-macam
mulai menu dengan cita rasa Nusantara hingga mancanegara.
Masih terkait lokasi wisata, Kota Tangerang Selatan juga
banyak memiliki kawasan wisata baik alam, wisata buatan, wisata sejarah, hingga
wisata religi. Yang sering dikenal misalnya lokasi wisata Tanah Tinggal di
Ciputat yang menawarkan keasrian pemandangan alam. Kemudian wisata kolam renang
buatan yang terbesar di Asia Tenggara yang terdapat di kawasan Serpong. Selain
itu ada juga wisata ziarah di Kramat Tajug yang tidak hanya dikunjungi oleh
masyarakat Banten, tapi juga pelosok lain di Indonesia.
Kemudian beberapa yang sudah
sangat dikenal misalnya batik khas Kota Tangerang Selatan. Untuk produk ini
bahkan sudah dikenal hingga ke mancanegara. Selain itu, ada juga dodol khas
Cilenggang yang ketenarannya menyamai dodol Betawi.
Produk
lainnya yang tak kalah khas adalah tahu asal Serpong. Sesuai dengan namanya,
produk tahu ini banyak dijumpai di wilayah Serpong. Kelebihan dari tahu yang
sudah diproduksi sejak sebelum tahun 1940 ini adalah memiliki rasa yang khas,
dan bentuknya agak bulat. Selain itu, warna kuningnya pun terlihat lebih segar
karena menggunakan pewarna kunyit. Istimewanya, tahu Serpong juga bisa dimakan
mentah atau digoreng tanpa minyak karena tanpa menggunakan bahan pengawet.
Beragam
budaya yang tercipta harus mendapat respon positif dari pemerintah Kota Tangerang
Selatan. Cara yang terbaik untuk membangun identitas bidaya adalah pemerintah
melalui dinas pariwisata harus melakukan maintenance
melalui: Pertama, acara festival seni
budaya dan wisata kuliner setiap tahun yang diharapkan menjadi momentum untuk
mempromosikan Kota Tangerang Selatan lewat seni dan budayanya. Sehingga menjadi
daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk mengenal Kota Tangerang Selatan.
Tidak hanya itu, keberagaman seni budaya
yang multietnis perlu dijaga dan dilestarikan sebagai benteng memperkokoh
budaya asli dari pengaruh budaya yang datang dari luar.
Kedua,
dengan membangun kawasan terpadu untuk melestarikan budaya Kota Tangerang
Selatan yang berisi kumpulan potensi budaya yang telah ada dan potensi yang
bisa diperbaharui bagi perkembangan pariwisata di Kota Tangerang Selatan
misalnya membangun Taman Mini Kota Tangerang Selatan.
Ketiga,
dengan mengadakan pendataan bagi semua budaya yang telah dilakukan warga Kota Tangerang
Selatan. Misalnya dengan memberikan penghargaan bagi sosok yang telah berjasa
melestarikan budaya agar tidak hilang ditelan zaman. Dengan cara ini otomatis
pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mampu membangun identitas dan khas yang
ada di Kota Tangerang Selatan.
Dalam mencari identitas diri dalam mempertimbangkan potensi-potensi
yang dimilikinya. Pemerintah Kota Tangerang Selatan perlu memiliki konsep
matang bukan jangka pendek, sehingga memiliki masterpiece kedepan
arah dari Kota Tangerang Selatan. Kota Tangerang Selatan harus memiliki ciri
khas dan mau seperti apa nanti kedepan.
Memang, untuk menjadikan Kota Tangerang Selatan yang
masyarakat dambakan masih dibutuhkan waktu yang tidak pendek. Namun itu perlu
dukungan dari eksekutif, legislatif, para elit dan tidak lupa kesiapan
masyarakat dalam menyongsong daerahnya yang akan terus berubah dan berbenah.Semoga.
Penulis adalah Ketua Pemuda Pecinta
Lingkugan Tangerang Selatan
