Red
Devils semakin menderita. Momentum kebangkitan MU terhenti di kandang sendiri.
Kemenangan beruntun Manchester United, pada pekan sebelumnya di Liga Primer dan
Comeback Fantastis di Liga Champions, seakan tak berkesan. The Red takluk dari
rival sekota, Manchester City. MU harus mengakui keunggulan The Citizen di
Derbi Manchester, dengan skor mencolok 0-3 di Old Trafford, Rabu dinihari, 26
Maret 2014.
MU
sebenarnya lebih mendominasi penguasaan bola dibandingkan City. Tim asuhan
David Moyes itu mencatat 53 persen penguasaan bola. Namun, tidak maksimal dalam
memanfaatkan peluang. Dari empat tembakan ke Gawang yang dibuat MU, tidak
menghasilkan gol.
City
lebih beruntung dalam memaksimalkan peluang. Dari empat tembakan ke gawang,
tiga diantaranya berbuah gol.
Saat
laga baru berjalan 45 Detik, Dzeko menggetarkan jala gawang David De Gea. Dzeko
menyambar bola mental hasil sepakan Samir Nasri yang membentur tiang gawarng. MU berusaha membalas, pada menit ke-22 Wayne
Rooney hampir saja membuat skor imbang. Namun sepakannya masih diantisipasi
oleh Joe Hart. Begitu pula dengan usaha Marouane Fellaini, yang menerima umpan
Danny Welbeck. masih bisa diantisipasi Hart.
The
Citizens mengontrol sebagian besar pertandingan di babak kedua, ketenangan
City, membuahkan hasil. Dzeko menggandakan skor di menit ke 56, lagi-lagi lewat
konstribusi Samir Nasri. Tendangan sudut samir Nasri dari sisi kiri pertahanan
MU, disambar Edin Dzeko yang lolos dari kawalan Rio Ferdinand. MU berusaha bangkit. Ancaman Welbeck Pada
menit ke-70 dan 72, masih dapat
diantisipasi Hart. Keasikan menyerang, MU malah harus kebobolan lagi. Tembakan rendah
Yaya Toure ke sudut gawang MU, di saat
laga tersisa satu menit, melengkapi kemenangan City menjadi 3-0. David De Gea
harus menerima kenyataan, gawangnya dibobol untuk ketiga kalinya.
Menang
Tiga Gol tanpa balas, Dzeko malah tak puas. Dzeko sesumbar, seharusnya City
bisa mencetak dua gol tambahan lagi di babak kedua.
“Ini
adalah pertandingan menakjubkan. Kami memang ingin bermain dengan gaya kami
sendiri sejak awal laga. Kami terus menekan mereka,” ungkap Dzeko seusai
pertandingan dilansir BBC.
“Kami
seharusnya bisa mencetak dua gol tambahan lagi di babak kedua. Tapi, kami cukup
senang karena berhasil mendapatkan kemenangan tiga gol tanpa balas,” Dzeko
menambahkan.
Kemenangan
ini membawa City menempel Chelsea di Puncak klasemen sementara. The Citizens
kini berada di posisi kedua dengan perolehan 66 poin dari 29 pertandingan,
tertinggal tiga poin dari Chelsea, yang sudah memainkan 31 pertandingan.
Sedangkan MU, masih terpaku di urutan ketujuh dengan catatan 51 poin dari 31
pertandingan.
Menanggapi
kekalahan memalukan dari Rival Sekota, Pelatih MU David Moyes menyatakan dirinyalah
yang bertanggung jawab atas kekalahan keenam MU di musim ini. Ia menyatakan,
Gol cepat Manchester City, membuyarkan segalanya.
“Saya
bertanggung jawab penuh kepada tim. Kami menghadapi pertandingan ini dengan kondisi
mental bagus. Tapi, gol cepat City menghancurkan segalanya. Hal itu tak ada
hubungannya dengan kurangnya usaha dan komitmen kami. Saya bertanggung jawab
penuh. Saya yang memiliki pemain. Ada banyak pemain bagus dalam skuat,” ungkap
Moyes dilansir Sky Sports.
“Semua
orang tahu ini adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu untuk mencapai yang kami
inginkan. Musim ini sangat mengecewakan. Saya sudah mengira sejak awal. Tetapi,
saya berharap kami bisa lebih kompetitif dan berada di papan atas,” sambung
Moyes.
Usaha
MU untuk mempertahankan gelar juara, bisa dibilang hampir mustahil. Sebaliknya The
Citizens punya peluang besar untuk menyabet gelar juara Liga Primer untuk kedua
kalinya dalam tiga musim terakhhir The Citizens di Liga Primer.
Citi
berada tiga poin dibawah pemuncak klasemen, Chelsea. namun City masih memiliki
dua pertandingan lebih banyak dari Chelsea.
Sumber Foto : bleacherreport.com
