Sebulan lagi menjelang
Pemilu, Parpol Kontestan Pemilu 2014 makin giat tebar pesona demi menarik
simpati rakyat. Berbagai strategi dilakukan untuk menjadi pemenang.
Demokrat
mengambil langkah yang cukup tepat dengan mengadakan konvensi pemilihan
presiden. Konvensi pemilihan presiden dinilai sebagai strategi “recovery image”
yang tepat untuk menarik hati rakyat setelah sempat “jatuh” karena kasus
korupsi yang mendera kader-kadernya.
PDIP punya Jokowi.
Vote Getters PDI-P. Capres yang Popularitas dan elektabilitasnya menempati
urutan teratas dalam survey yang dilakukan berbagai Lembaga.
Golkar
Mendeklarasikan Pencapresan Abu Rizal Bakrie. Dan ekspose media yang massif. Hanura,
dengan mendeklarasikan WINT-HT sebagai Capres-Cawapres. Sedangkan Gerindra,
serius merangkul kaum muda, menempatkan Prabowo
sebagai Icon.
Berbagai
strategi yang dilakukan oleh Parpol kontestan Pemilu 2014, dinilai masih
praktis-pragmatis. Hanya bicara bagaimana memenangkan dan menguasai. Bukan
memenangkan dan memajukan. Buktinya Belum ada Parpol yang mengkampanyekan visi
dan memberikan solusi yang tepat, mengena akar permasalahan bangsa.
Menurut Ahmad
Fauzi, Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah “Masalah bangsa saat ini adalah
Kehilangan Kedaulatan, baik politik, ekonomi, maupun kebudayaan. Kita tak akan
mencapai Kedaulatan Ekonomi, jika Pemerintah hanya diam dan memberikan jalan
tol untuk korporasi asing masuk dan mengeksploitasi Sumber Daya Alam. saya
pesimis kondisi bangsa akan berubah, jika Calon pemimpin bangsa yang terpilih
di PEMILU 9 April nanti, tidak menjanjikan kedaulatan ekonomi dan kemandirian
pengelolaan Sumber Daya Alam”.
Sangat
beralasan, mengingat Sumber daya alam Indonesia melimpah, namun masih mengimpor
beras, gula dan garam. Sedangkan untuk sumber energi Migas nasional, kita hanya menguasai 12 persen produksi dan
cadangan migas nasional. Sisanya sebagian besar dikuasai swasta asing. Dan
sampai sekarang, belum ada Partai Politik yang fokus dan berani mengkampanyekan
kedaulatan pangan dan energi di Indonesia.
“Jangan-jangan,
Partai Politik Peserta Pemilu nanti mendapatkan sumbangan dana kampanye dari
korporasi-korporasi asing. Untuk mengamankan
kepentingan mereka. Sehingga jarang kita mendengar kampanye yang berkaitan
dengan kedaulatan pangan dan energi. Kalau sudah begini, tidak ada harapan dari
hasil Pemilu 2014 nanti”. Tutup Fauzi.
