Kepala
BPN RI, Hendarman Supandji menyadari betul praktik pemalsuan sertifikat tanah
kian marak, khususnya di kota-kota besar. Untuk mengantisipasinya, bekas Jaksa
Agung ini terus memacu perampungan sistem pelayanan pertanahan berbasis IT
(Information Technology).
Upayanya mulai membuahkan hasil, kini
cek keaslian sertifikat tanah sudah bisa dilakukan lewat pesan SMS (Short
Message Service). Caranya mudah, masyarakat tinggal mengetik sms dengan format:
Berkas<spasi>nomorberkas/tahun PIN kemudian dikirimkan ke 2409, hanya
dengan biaya sms Rp. 350 saja.
Hampir seluruh operator telekomunikasi
di Indonesia digandeng BPN untuk memperluas jangkauan layanan ini, diantaranya
PT. Telkomsel Indonesia, Tbk, PT. Telekomunikasi Seluler, PT. Indosat, Tbk, PT.
XL Axiata, Tbk, PT. Hutchison 3 Indonesia, PT. Smart Telecom, PT. Smartfren
Telecom, Tbk, dan PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.
“Pelayanan sertifikat tanah sekarang ini
sebanarnya sudah murah, mudah, cepat dan pasti. Himbauan saya, masyarakat
uruslah langsung ke BPN, tanpa melewati calo, biar tidak terjadi penipuan,”
cetus Hendarman.
Terkait 60 sertifikat palsu yang
ditemukan Kantah Jakarta Timur, Hendarman Supandji mengaku sudah melakukan
inspeksi dan berkoordinasi. Ia sudah memerintahkan Kantah setempat untuk
melaporkan ke Kepolisian agar dibikin terang.
“Sertifikat itu asli tapi palsu. Ini
asumsi saya sementara,” tutur Hendarman.
“Asli dikeluarkan oleh BPN. Tapi dari
nomornya diketahui bukan dikeluarkan oleh Kantah Jakarta Timur, tetapi dari
Maluku. Namun masyarakat kan tidak tahu kenapa ini bisa terjadi. Jadi ini harus
dibikin terang,” tambahnya.
Sementara terkait gagasan sidik jari
bagi setiap pembuatan sertifikat tanah yang sudah dibelakukan Kantah Jaktim
sejak pekan lalu, Hendarman setuju. Bahkan, model ini akan dikaji BPN Pusat
untuk dijadikan langkah antisipasi kejahatan sertifikat palsu di seluruh
Indonesia.
“Kalau saya tidak setuju, saya takutkan
ini diulang kembali,” sambung Hendarman.
