Abu Umar
berharap pemerintah Indonesia mengizinkan Hamas membuka kantor perwakilan di
Indonesia sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah Indonesia terhadap
Hamas.
Permintaan
Hamas untuk mendirikan kantor perwakilan di Indonesia, menuai pro dan kontra.
Menteri Luar
Negeri, Retno Marsudi menolak kehadiran kantor perwakilan di Indonesia. Menurut
Retno, Keberadaan kedutaan besar Palestina di Indonesia sudah cukup.
“Palestina kan
sudah memiliki kedutaan besar di Indonesia. Kita hanya mengakui kedutaan
Palestina saja untuk saat ini” Tegas Retno, di Jakarta, Senin (1/12).
Senada dengan
Menteri Luar Negeri, Ketua MUI, Din Syamsudin mengangap tidak perlunya ada
Perwakilan Hamas di Indonesia.
“Kita tahu ya,
Hamas dan Fatah itu sudah bersatu sebenarnya. Tapi kalau kemudian salah satu
dikedepankan. Maka itu akan menimbulkan konflik. Biarlah diwakili oleh kedutaan
besar Palestina. Saya mohon masyarakat luas termasuk anggota DPR tidak perlu
lah mendorong,” Terang Din Syamsudin di Jakarta, (30/11).
Sementara Itu,
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Beni
Pramula menegaskan bahwa kehadiran Hamas di Indonesia perlu disambut dengan
tangan terbuka. Menurutnya Kehadiran Hamas di Indonesia, merupakan langkah maju
untuk menuju kemerdekaan Palestina. Pemerintah RI jangan takut dengan
intervensi politik dari pihak luar yang tak menginkan kemerdekaan Palestina.
“Menerima
Hamas hadir di Indonesia, bukti bahwa Indonesia menghargai nilai-nilai
kemanusiaan dan ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Hari ini Palestina
dijajah Israel. Kita tau, Hamas sangat getol melawan penjajahan Israel dan
melawan kejahatan HAM yang dilakukan Israel. Kan jelas dalam pembukaan UUD 1945
bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan diatas dunia harus
dihapuskan”. Tegas Beni, di Jakarta, Selasa (02/12).
“Indonesia tak
perlu takut akan intervensi politik pihak lain. Hamas, Fatah, atau apapun itu
yang mendukung kemerdekaan Palestina, perlu disambut Indonesia dengan tangan
terbuka. Toh di negara-negara lain Hamas bisa diterima dengan baik dan bahkan
diizinkan untuk mendirikan kantor perwakilannya, kenapa Indonesia tidak..” Lanjut
Beni.
Menurut Beni,
Indonesia harus berada didepan untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.
Diketahui,
Hamas adalah gerakan perlawanan yang terus melawan Israel yang telah menjajah
dan mencaplok tanah Palestina.
Sumber Foto : international.sindonews.com
