Saat ini
Kamis (25/9) Pukul 10.00, sedang berlangsung pembahasan RUU Pilkada. Polemik RUU
Pilkada hangat dibicarakan baik ditingkat elit, kaum intelektual, ataupun
masyarakat pada umumnya. Apakah dikembalikan ke DPRD ataupun tetap dipilih
Rakyat. Berikut tanggapan Organisasi Kepemudaan terkait RUU Pilkada.
PMKRI
RUU
Pilkada, jika dikembalikan di DPRD, maka bertentangan dengan semangat
reformasi. Tak bisa dipungkiri, Dalam 10 tahun pemilihan langsung masih banyak
kekurangan. Namun dikembalikan ke DPRD juga tidak menjamin terjadi perubahan
mendasar. Begitulah demokrasi selalu mengalami proses demokratisasi. Pemilihan langsung
memang mahal tapi itu konsekuensi demokrasi. Substansinya, biarkan rakyat
menentukan nasibnya sendiri.
(Angelo
Wakikako, Presidium PP PMKRI)
GMKI
Landasan
filosofis yang dijadikan acuan DPR terkait RUU Pilkada tidak mendasar. DPR
merupakan perwakilan masyarakat dalam hal legislasi bukan dalam porsi memilih
pemimpin daerah. Pemilihan Pemiimpin daerah harus dikembalikan kepada rakyat.
(Ayub
Manuel Pongrekun, PB GMKI)
HMI
Pembahasan
RUU Pemilukada merupakan pembahasan yang penting dan memiliki pengaruh
besar terhadap sistem demokrasi yang
diterapkan di negeri ini. Jangan jadikan RUU Pilkada sebatas sebagai komoditas
politik, ajang balas dendam politik kelompok-kelompok tertentu. Ada indikasi ketergesa-gesaan dalam
pembahasan RUU Pilkada ini. Baiknya Pengesahan RUU ini ditunda, sembari
dilakukan kajian-kajian serta evaluasi pelaksanaan pemilihan kepala daerah
secara langsung yang sudah diterapkan kurang lebih 10 tahun di Negara ini
dengan mempertimbangkan segala aspek secara komprehensif.
(Arman
Saputra, PB HMI)
IMM
Polemik RUU
Pilkada, bukti bahwa senayan masih terjebak pada polemik seputar kekuasaan. ‘Senayan’
sangat agresif bicara masalah procedural, namun pasif saat masuk dalam ruang substansial
yang langsung menyentuh persoalan rakyat. Misalnya UU Migas ataupun UU Agraria.
RUU Pilkada sifatnya teknis. Yang harus diperbaiki adalah fungsi partai
politik. Karena Apapun hasil RUU Pilkada, tanpa dibarengi revitalisasi fungsi
partai politik, hasilnya akan tetap sama.
(Taufan
Korompot, DPP IMM)
Sumber Foto : www.sayangi.com (Kelompok Cipayung Plus saaat menggelar diskusi sumpah pemuda 2013)
