Kutai Timur (Kutim) merupakan salah satu
kabupaten di Kalimantan Timur yang dikenal dengan kekayayan SDA terutama
dibidang tambang dan pertanian kelapa sawit, yang menempatkan Kutim menjadi
salah satu kabupaten terkaya di Indonesia bahkan APBD Kutim mencapai 3 triliun,
lebih tinggi dari APBD Kota Makassar yang hanya sekitar 2 Triliun , namun hal
ini tidak seiring dengan pertumbuhan ekonomi masyrakat, terutama di wilayah
pesisir.
Hal inilah yang mendorong mahasiswa kelautan yang
terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan Sekolah Tinggi Pertanian
(HIMAIKEL-STIPER) Kutim, melakukan seminar Kelautan dan sosialisasi jurusan
Ilmu Kelautan di Gedung Serbaguna Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi Kutai Timur
30/04/2014.
Dengan tema “Pengembangan Potensi Kelautan Kutai
Timur sebagai Tumpuan Ekonomi Dimasa Mendatang” mahasiswa mengharapkan
pemerintah dapat membuka mata untuk melakukan terobosan secara cepat agar Kutim
siap beralih kesektor kelautan dan tidak lagi mengandalkan tambang sebagai
potensi utama dalam menunjang perekonomian Kutim.
Ketua HIMAIKEL mengatakan “Sepuluh atau dua
puluh tahun mendatang tambang di Kutim akan habis, karena berasal dari sumber
daya alam non hayati yang tidak dapat diperbaharui (non renewable energy), sementara sumur-sumur bekas galian tambang
tidak dapat lagi dijadikan lahan pertanian, sehingga alternatif yang paling
memungkinkan adalah beralih ke sektor kelautan”.
Ketua Jurusan Ilmu Kelautan Stiper Saiful Azhar
mengungkapkan “Potensi kelautan Kutim hanya sekitar 20% yang terkelola,
sementara kabupaten ini memiliki potensi besar dimana panjang garis pantai mencapai
125 Km dengan 27 pulau kecil yang tersebar di tujuh kecamatan”.
Seminar yang juga dihadiri kepala dinas kelautan
dan perikanan Kutim dan beberap dosen Stiper serta ratusan mahasiswa, siswa/i
SMA serta bebrapa orang dari kalangan masyarakat dan nelayan di kutim, juga
turut mengkritik kurangnya infrastruktur bagi nelayan terutama pelabuhan ikan dan
penampungan ikan sementara jumlah pelabuhan Batu Bara terus bertambah bahkan
disinyalir ada sekitar 20 pelabuhan batu bara disepanjang pesisir Kutim.
Hal ini diakui oleh kepala dinas kelautan
perikanan Kutim bahwasanya pelabuhan ikan dikutim baru sementara dalam
pembangunan, beliau juga mengungkapkan sementara ini Kutim sedang menggenjot
sector rumput laut, dimana kondisi perairan kutim sangat potensial untuk
pengembangan rumput laut, beliau juga meminta agar Stiper dapat berkolaborasi
dalam melakukan terobosan dibidang kelautan.(Sul)