Digadang-gadang
sebagai kandidat RI-1, Jokowi Cs sumringah. Bagaikan Klub sepakbola, PDI-P serasa telah memenangkan gelar juara. Karena elektabilitas Gubernur DKI ini tertinggi hampir di seluruh lembaga survei. Sayangnya, belakangan mendadak merosot.
Langkah
Megawati memberikan mandat kepada Jokowi untuk maju sebagai Presiden RI, dinilai mampu mengangkat
elektabilitas partai di mata publik. Jokowi efek mampu membawa suara “Partai
Merah” menjadi pemenang PEMILU. Dan mudah memenangkan kursi presiden. Begitu kata
para politisi 'pro-Jokowi'.
Bermodal
hasil survey, Jokowi seakan-akan tak ada tandingannya lagi. PEMILU nanti hanya
sebatas formalitas, memenuhi syarat demokrasi prosedural. Begitu optimisme pendukung “kotak-kotak”.
Namun kini aroma positif Jokowi
tak trending lagi. blusukan Joko semakin minim simpati, adanya ‘serangan’
bertubi-tubi yang menghampiri.
Kicauan
Twitter, komentar FB dan instagram yang bernada sinis semakin mudah
ditemui. Janji Jokowi memimpin Jakarta selama lima tahun, ditagih warga Jakarta.
Sindiran Capres Boneka, Capres tanpa prestasi, dan politisi kutu loncat,
disematkan pada Gubernur DKI yang belum dua tahun menjabat. Terbaru adalah
munculnya iklan anonim berjudul ‘Kutagih Janjimu’ di beberapa televisi swasta.
Namun, politisi
pro-Jokowi mengangap semakin bekas walikota Solo ini disorot, maka semakin menguntungkan. Padahal
sebaliknya, trend positif Jokowi sedang turun ke jurang curam, ini kegagalan
skenario politik Jokowi Cs.
Melirik
Survei Indonesia Network Elections Survey (INES), Jokowi terlempar di posisi ke
tiga (9,4 %), Kedua, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi
Perjuangan Megawati Soekarnoputri (18,7 persen) dan pertama Prabowo yang acapkali menyerangnya menoreh elektabilitas tertinggi, 35,2 persen.
Survey
Indonesia Network Election Survey (INES) dilakukan pada 14-21 Maret 2014
terhadap 6.588 responden di seluruh Indonesia. Responden merupakan warga negara
Indonesia yang telah mempunyai hak pilih. Metode survei yang digunakan adalah
multistage random sampling dengan margin of error +/- 1,21 persen pada tingkat
kepercayaan 95 persen.
Terlepas
dari urutan survey, karena elektabilitias tertinggi masih juga ditempati
kekuatan politik klasik, yang patut digaris bawahi adalah catatan Direktur
Eksekutif INES Irwan Suhanto yang menyatakan pamor Jokowi menurun karena masyarakat
menggangap bahwa Jokowi belum punya kapasitas untuk menjadi pemimpin, dan tidak
punya komitmen dalam memegang amanah rakyat.
Sangat
logis, mengingat Jokowi belum menunjukkan prestasi, dan visi kebangsaan yang
belum terlihat.
Belum
lagi bicara integritas. Ini yang belum dimiliki Joko widodo. Menurut
KBBI, definisi Integritas berati : mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan
kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan
kewibawaan; kejujuran.
Merujuk
pada seorang penulis buku terkenal dari California Amerika Serikat Paul J.
Meyer, ia mendefinisikan “integritas itu sebagai sesuatu yang nyata dan
terjangkau, mencakup sifat seperti: bertanggung jawab, jujur, menepati
kata-kata, dan setia”.
Seseorang
yang punya integritas itu haruslah punya komitmen, bertanggung jawab, jujur dan
menepati kata-kata. Orang yang mempunyai integritas, haruslah sesuai antara
kata dan perbuatan. Mungkin
integritas ini yang belum ada pada sosok Joko Widodo.
Dalam
jumpa pers di kediaman Megawati Soekarnoputri, Kebagusan, Jakarta Selatan,
Kamis (20/9/2012) silam, Jokowi menyatakan dirinya berkomitmen memimpin DKI Jakarta
selama lima tahun. Ia menjamin tidak akan menjadi "kutu loncat"
dengan mengundurkan diri sebelum masa jabatannya usai. Komitmen
yang sekaligus menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju dalam pencalonan
presiden pada Pemilihan Umum 2014.
Ditambah
masalah mobil Nasional ESEMKA yang selalu dikampanyekan Jokowi sewaktu
mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI, hingga mencuri perhatian media massa. Namun, kini tidak jelas nasibnnya. Janji mengembangkan mobil ESEMKA, berhenti
sampai di janji.
Janji
hanya sekedar Janji, Layaknya ‘Politisi kebanyakan’.
Mungkin
hasil survey INES ada benarnya. Jika begitu, sepertinya ini alamat “Bab Jokowi
Tamat”.
iPublikers : Putra Revolusi
Sumber Foto : id.berita.yahoo.com
