Oleh: Abdul. K. Tulusang
“Tolak Politik Uang, Menuju Pemilu
Bersih 2014 ”
Penyelenggaraan
pemilu legislatif dan presiden 2014 sudah tinggal menhitung hari. Sebentar
lagi, rakyat kembali akan diminta menggunakan hak pilihnya untuk memilih wakil
dan pemimpinnya dalam pemerintahan. Momentum pemilu menempati posisi yang
sangat penting dalam konteks demokrasi. Ia bukanlah sekedar “pesta” atau ajang
kontestasi ritual 5 tahunan.
Lebih
dari itu, pemilu adalah momentum rakyat menentukan nasibnya 5 tahun ke depan. Idealnya,
pemilu melahirkan wakil dan pemimpin rakyat yang bersih dan berkomitmen kuat
membangun negara menjadi lebih baik dengan rakyat yang juga sejahtera.
Wakil
dan pemimpin yang baik tentu lahir dari proses pemilihan yang juga baik. Maka,
penting untuk kita mengamankan pemilu dari hal-hal yang mengancam integritas
pemilu, seperti politik uang. Politik uang hingga saat ini masih menjadi salah
satu skandal yang paling merusak dan mengancam. Bahkan, ancamannya tidak hanya
berhenti pada persoalan pemilu bersih tetapi penyelenggaraan negara yang
bersih.
Politik
uang sebagai bagian dari korupsi pemilu bisa menjadi cikal bakal dari korupsi
yang lebih besar, yaitu korupsi politk. Melihat ancaman dan dampak dari politik
uang, rakyat sangat berkepentingan dalam mengawal proses pemilu. Pemilu yang
bersih adalah awal dari pemerintahan yang bersih.
Sebaliknya,
pemilu yang dipenuhi dengan bentuk-bentuk korupsi pemilu, rawan melahirkan
pemerintahan yang korup. Realitas diatas pemilu dan pilkada di Indonesia
menunjukkan beragam modus politik uang. Diantaranya adalah pembagian uang
tunai, sembako, kerudung, sajadah, helm, bibit tanaman, dan door price;
sumbangan tempat ibadah dan jalan; insentif kepada kepala desa, tokoh
masyarakat, dan pemuka agama; mentraktir makan pemilih secara massal, pengobatan
gratis; dan lainnya.
Dalam
pemilu 2014 mendatang, modus-modus ini dikhawatirkan masih akan terjadi dan ada
modus-modus baru. Maka dari itu, dengan melihat kenyataan tersebut penting
untuk mengajak masyarakat sekalian memandang penting mendorong pemilu 2014 yang
bersih dan berintegritas dengan memantau pemilu. Pemantauan yang efektif hanya
dapat dilakukan oleh masyarakat yang bersinergi dan berkomitmen untuk
mewujudkan pemilu bersih.
