Bak kemarin yang tak akan esok,
Lalu esok itu laku
Sedang hari ini tulisan
Akan menjadi sejarah bergelantungan
Kenapa mesti terpecahbelahkan?
Gemulung badai tak kunjung reda.
Jika saja hati tak menerima
Mengoyak bendera pusaka
Menghantam kedaulatan
Menerjang warga
Sebab jiwa meronta
Namun ingatkah?
Saat suara-suara berserakan
Terbentur perbedaan
Adalah angin yang memesrai merah-putih
Berkibar di bawah terik mentari
Dan kini
Kepala duduk di kursi istana
Setelah menyetubuhi jalanan bopeng
Menginjak lumpur-lumpur di selokan
Dan memikirkan nasib kemerdekaan
Sejenak tragedi balada politik
Menyihir menjadi persatuan yang romantik
#PersatuanIndonesia
Ahmad Fauzi Syahputra
03:00 wib