![]() |
| Foto: Rokhmin Dahuri bersama rombongan sedang melintasi jembatan gantung selepas meninjau lahan tambak di Kabupaten Mamuju Utara Sulawesi Barat |
|Mamuju Kembangkan Kawasan
Pertumbuhan Ekonomi Baru Berbasis Kelautan
Mamuju – Bupati
Mamuju Utara, Agus Ambojiwa secara profesional meminta Prof. Dr. Ir. Rokhmin
Dahuri, MS untuk menyusun rencana pengembangan kawasan industri perikanan
terpadu di wilayah pesisir dan laut Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi
Barat. Dalam siaran pers yang diterima Redaksi
Ipublika, Agus Ambojiwa meminta langsung Rokhmin Dahuri untuk pimpin tim ahli kelautan
dan perikanan ke Mamuju Utara untuk melakukan observasi lapang dan wawancara
dengan sejumlah pejabat terkait, masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan,
pengusaha, LSM, dan tokoh masyarakat setempat (minggu 28/09/14). Hasil survei lapang dan wawancara ini akan
menjadi dasar pertimbangan untuk menyusun rencana pembangunan dan bisnis
kawasan industri perikanan terpadu tersebut. "Prof. Rokhmin adalah profesional bidang kelautan oleh karena itu kita meminta beliau untuk membatu pengembangan potensi kelautan dan perikanan di Mamuju Utara" tegas Agus.
Tujuan
pembangunan kawasan industri perikanan terpadu ini adalah untuk menghasilkan
pertumbuhan ekonomi yang tinggi (rata-rata diatas 7 persen per tahun),
berkualitas dan inklusif (banyak menyerap tenaga kerja dan mensejahterkan
masyarakat secara berkeadilan), ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable). Selain itu, kawasan industri perikanan
terpadu ini juga dimaksudkan untuk mendukung visi dan program prioritas
Presiden – Wapres terpilih, Jokowi –JK, yakni menjadikan Indonesia sebagai
negara maritim yang maju, adil-makmur, kuat, dan berdaulat atau Poros Maritim
Dunia. Selain memperkokoh dan
mengembangkan Tol Laut (konektivitas dan logistik maritim) berupa revitalisasi
dan pembangunan baru armada kapal nasional untuk angkutan barang dan penumpang,
pelabuhan, dan industri galangan kapal; menjadikan Indonesia sebagai Poros
Maritim Dunia juga harus dibarengi dengan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan
ekonomi baru di sepanjang wilayah pesisir ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia),
pulau-pulau kecil, dan wilayah perbatasan.
Provinsi Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Mamuju Utara adalah salah
satu wilayah pesisir dan laut yang terletak di pesisir ALKI-II (Selat Lombok –
Selat Makassar).
Kawasan
industri perikanan terpadu itu rencananya akan terdiri dari: usaha budidaya
tambak udang Vanammei seluas 10.000 ha, usaha budidaya rumput laut seluas 5.000
ha, usaha penangkapan ikan sidat ramah lingkungan dan lestari, hatchery
(pembenihan udang), pabrik pakan, pabrik es, cold storage, pabrik
pengolahan udang bernilai tambah (breaded shrimps, tempura, dan
lainnya), pabrik pengolahan ikan sidat bernilai tambah (kabayaki),
industri pengolahan rumput laut, dan industri serta jasa pendukung
lainnya. Pelatihan, pendidikan, dan
penyuluhan juga akan diberikan kepada masyarakat, khususnya penduduk Kabupaten
Mamuju Utara, guna meningkatkan kapasitas dan etos kerja mereka dalam hal
teknik produksi perikanan baik melalui usaha penangkapan dan budidaya
perikanan, penangganan dan pengolahan (handling and processing)
hasil perikanan, pemasaran, manajamen bisnis, konservasi, dan budaya kerja. Dari observasi lapang, tim juga menemukan
sebuah pelabuhan laut yang masih berfungsi cukup baik, yang dibangun sejak
zaman Belanda. Pelabuhan ini berpotensi
menjadi salah satu pelabuhan laut dalam (deep sea port) yang akan
dibangun oleh Pemerintahan baru, Jokowi-JK.
Diperkirakan
kawasan industri perikanan dan kelautan terpadu ini akan mampu menyediakan
lapangan kerja sedikitnya untuk 150.000 orang dengan pendapatan rata-rata
sekitar Rp 3 juta – Rp 10 juta per orang per bulan, nilai ekonomi total untuk
wilayah ini sekitar Rp 25 trilyun per tahun, dan sejumlah multiplier
effects ekonomi. Program
ini akan dimulai pembangunannya pertengahan awal Oktober tahun ini, dan mulai
berproduksi di awal tahun depan. Sumber
dana untuk pembangunan kawasan industri dan bisnis kelautan dan perikanan
terpadu ini akan berasal dari dana swasta (investor), pemerintah, dan
perbankan. Pelaku usaha akan
diutamakan dari masyarakat dan pengusaha setempat dan pengusaha nasional yang
memiliki nasionalisme yang tinggi. Bagi
investor asing yang baik, mau mentaati seluruh peraturan dan perundangan NKRI,
dan menguntungkan kepentingan nasional, khususnya masyarakat lokal, juga welcome,
diterima dengan tangan terbuka.
Foto: Bupati Mamuju Utara Agus Ambojiwa dan Rokhmin Dahuri
menyerahkan bibit kepada petambak di Kabupaten Mamuju Utara Sulawesi Barat

