Jepang tersingkir dari Piala Dunia usai menelan kekalahan
1-4 dari Kolombia pada Selasa lalu. Poin yang dikumpulkan tidak cukup untuk
memodali negeri Sakura memperoleh tiket ke 16 besar mwwakili Grup C. Skuad
Zaccheroni hanya finish dengan poin satu yang diraih dari laga kontra Yunani
0-0. Sementara pada laga pembuka, Jepang juga tidak cukup digdaya Karena
berhasil dibekuk oleh Pantai Gading 2-1.
"Saya merupakan orang yang menentukan taktik-taktik dan
bagaimana kami bermain dan saya ingin mengambil tanggung jawab penuh,"
kata pria Italia itu kepada kantor berita Kyodo.
Media Jepang mengatakan bahwa juara Asia empat kali itu
kekurangan pemain-pemain berkelas dunia. Sayangnya, dalam kondisi demikian,
Zaccheroni enggan mencoba bakat-bakat dan talenta baru. Zaccheroni juga
dikritik habis karena masih memainkan Keisuke Honda dan Shinji Kagawa di laga
terakhir, meski kedua pemain tampak kelelahan.
"Ada beberapa
pertanyaan seputar pemilihan dan penggunaan para pemain, taktik-taktik, dan
pengaturan permainan Zaccheroni," singgung Kunishige Kamamoto, penasehat
Asosiasi Sepak Bola Jepang, kepada tabloid Nikkan Gendai.
"Sudah jelas bahwa metode dan pemilihan pemain
Zaccheroni saat ini mungkin dapat meraih kemenangan di Asia, namun kita tidak
akan pergi ke mana-mana saat melawan tim-tim papan atas dunia,"
sambungnya.
Selain Zaccheroni, beberapa pelatih lain yang gagal memberi
kemenangan untuk tomnya juga mengundurkan diri. Hingga berita ini diturunkan
Ada lima nama lai diantaranya; Cesare Prandell, Sabri Lamouchi (Italia), Luis
Fernando Suarez (Honduras), Carlos Queiroz (Iran) dan Safet Susic
(Bosnia-Herzegovina).
Foto : http://cdn.blogosfere.it/
Foto : http://cdn.blogosfere.it/