Peringati Wold Ocean Day dan Coral Triangle Day 2014
Makassar - Kita patut berbangga bahwa negeri
kita merupakan negeri yang kaya akan sumber kelautan. Kekayaan tersebut telah dianggap sebagai warisan
yang tak kalah pentingnya sehingga harus dikelola dengan baik. Pemanfaatan kelautan kini tidak bisa dilakukan
secara sendiri-sendiri tapi melalui kerjasama pengelolaan antar negara sebab
dinamika dan kompleksitas masalah memerlukan intervensi bersama. Deklarasi
Coral Triangle Initiative (CTI) oleh enam negara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor
Leste, Papua Nugini, Kepulauan Solomon) pada tanggal 9 Juni 2009 di Manado merupakan salah satu
upaya Indonesia untuk menggalang dunia internasional untuk mendukung pengelolaan
terumbu karang. Tanggal tersebut kemudian
disepakati sebagai Coral Triangle Day. Deklarasi yang dilakukan sebagai usaha perlindungan
terhadap kawasan terumbu karang yang merupakan fokus pembangunan dikawasan CTI.
Coral Triangle adalah kawasan dengan tingkat
keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia mencakup keenam Negara tersebut
dan Indonesia merupakan pemilik terumbu karang yang paling luas di antara
keenam Negara tersebut.
Sehubungan dengan World Ocean Day dan Coral
Triangle Day, DFW-Indonesia bekerjasama dengan Marine Science Diving Club
Universitas Hasanuddin menggelar aksi bersama pada tanggal 8 Juni 2014 di
Anjungan Pantai Losari Makassar. Acara tersebut dimulai pukul 06.00-10.30 Wib yang
melibatkan ratusan orang peserta yang terdiri dari elemen mahasiswa kelautan
Unhas, NGO YKL, Lembaga Maritim Nusantara, Ikatan Sarjana Kelautan Unhas, Koran
Kampus Identitas, komunitas Earth Hour Makassar (WWF), radio Makassar dan
masyarakat umum.
Kegiatan ini bertujuan untuk menggalang dukungan masyarakat
tentang arti pentingnya menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang melalui
pemanfaatan yang berkelanjutan. Bentuk kegiatan yang dilakukan salah satunya
adalah penggalangan tanda tangan kepada pengjung pantai Losari sebagai wujud komitmen
bersama dalam menjaga terumbu karang. Kampanye ini diramaikan dengan adanya Human
Banner dan Human statement. Masyarakat umum sangat antusias dalam memberikan
dukungannya dengan memberikan tanda tangan diatas spanduk sepanjang 5 meter. Pelaksana
kegiatan sangat antusias untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang kondisi
dan manfaat terumbu karang bagi kehidupan. Sekali-kali pelaksana kegiatan
melakukan dialog dengan masyarakat dan mendengarkan keluhan tentang pembangunan
yang begitu pesat di Makassar yang berakibat pada besarnya tekanan pada
ekosistem laut termasuk terumbu karang. Perbedaan itu dirasakan oleh mereka akibat
perubahan lingkungan terutama pencemaran laut yang terjadi saat ini. Belum lagi
keluhan beberapa pemerhati lingkungan yang ada di Makassar sempat mengabadikan
tanda tangannya di atas spanduk. Pendekatan peserta kampanye kepada masyarakat
umum terlihat saat pengambilan foto bersama, inisiatif masyarakat tersendiri
untuk bertanda tangan, dan pengenalan tentang latar belakang mereka. Pada akhir
sesi kampanye, seluruh peserta jalan beriringan di sepanjang pantai losari.
Rencannya setelah kegiatan ini, akan dilaksanakan
kuliah umum dengan tema “Peranan Coral Triangle Initiative Terhadap
Kelestarian Terumbu Karang Berbasis Berbasis Masyarakat “. Kuliah umum ini akan
menghadirkan pemateri yaitu Direktur Pemberdataan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian
Kelautan Perikanan, Pokja Adaptasi Dewan Nasional Perubahan Iklim dan pakar
Kelautan Universitas Hasanuddin. Selanjutnya di puncak acara tgl 10 Juni 2014
akan dilaksanakan penyelaman bersama, pembagian buku, under water clean up,
bersih pantai, lomba mewarnai untuk siswa SD dan pemberian penghargaan untuk
Dg. Santa atas sumbangsinya menjaga terumbu karang di Pulau Pajenekang. (DFW-Indonesia)
